Alam

Alam
Pemandangan kesejukan alam pegunungan Todanan di pagi hari

Jumat, 27 Mei 2016

wajah baru pasar kecamatan Todanan


WAJAH BARU, PASAR KECAMATAN TODANAN 
        Foto pasar Todanan dengan wajah baru pada waktu pagi hari tidak hari  pasaran (armedha_img)

Todanan. Todanan merupakan nama satu dukuh di desa Todanan kec. Todanan Kab. Blora. Menurut administrasi pemerintahan desa Todanan terdiri dari tiga dukuh, yaitu dukuh Padas, Todanan dan Jomblang.  Nama Todanan terpilih menjadi nama desa sekaligus nama kecamatan. Menurut cerita masyarakat setempat nama Todanan diambil dari kata tedhanan (bahasa jawa: tedhanan berarti panganan). Hal ini dimaksudkan agar Todanan dapat dijadikan sebagai tempat atau sumber mencari makanan (pangan). Entah melalui cocok tanam atau melalui perdagangan.

Padahal, desa Todanan sebenarnya potensi sumber daya pertaniannya tidaklah melimpah, karena merupakan daerah pegunungan kapur utara dengan pertanian tadah hujan. Di samping itu Todanan jauh dari sungai permanen, tidak ada irigasi, jarang ditemukan embung atau bendungan. Namun kondisi ini tidak mengurangi semangat kerja warganya dalam mencari pangan di Todanan. Mereka berpikir cerdas untuk memanfaatkan peluang berjualan di pasar. Di antaranya berjualan makanan ringan/jajanan, mendirikan warung makan dan berjualan mainan ataupun pakaian jadi. 

Bahkan sebagiannya memanfaatkan area hutan yang dibuka perhutani untuk pertanian padi atau tanaman palawija. Sementara sebagian yang lain beternak burung, ayam, kambing dan sapi. Sebagiannya lagi ada yang menjadi PNS dan non PNS, tukang ojek, buruh pabrik di kota bahkan di luar negeri. Lebih lanjut, pada kenyataannya pasar Todanan tidak hanya dihuni pedagang lokal Todanan dan wilayah Blora saja, tetapi juga berasal dari wilayah Purwodadi dan Pati.

Sejak tahun 2016, kini pasar Todanan memiliki wajah baru, bahkan sebagian los pasar bagian timur juga dibangun dengan tampilan lebih bersih dan teratur. Sementara los bagian barat akan dibangun pada periode berikutnya. Dengan wajah baru pasar Todanan akan menambah minat masyarakat untuk meningkatkan usahanya di sekitar pasar. Bahkan halaman pasar yang sudah di paving, para pedagang makanan dan jajanan di sore hari lebih tertata rapi, teratur dan bersih. (27/05/2016)
 

dibeton jalur pabrik gula Blora GMM tahap II

DIBETON JALUR PABRIK GULA GMM BLORA TAHAP II 
Foto jalan Kedungwaru kec. Kunduran sudah bisa dilewati (armedha_img)

Todanan. Ikon Blora di era 2014-2015-an adalah berdirinya pabrik gula Gendis Multi Manis (PG GMM). Pabrik ini konon merupakan pabrik pertama yang dibangun di Indonesia yang dimiliki oleh swasta. Tepatnya di Tinapan, Kalonan, kec. Todanan kab. Blora Propinsi Jawa Tengah.  Keberadaannya merupakan pabrik terbesar di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, karena kapasitasnya mencapai 4000 ton setiap gilingnya (http://www.infoblora.com/2013/08/berharap-dari-keberadaan-pabrik-gula.html).

PG GMM Blora merupakan kebanggaan masyarakat sekaligus pemerintah. Namun di awal berdirinya dikeluhkan masyarakat luas, karena akses jalan menuju pabrik, jalan Kunduran ke Todanan sekitar 7 km mengalami rusak parah.  Sehingga pengguna jalan merasa terganggu kenyamanannya dalam berkendara. Namun demikian, pihak pabrik sangat bertanggung jawab. Dengan bekerja sama dengan pemerintah setempat, pihak pabrik telah memperbaiki jalan tersebut, bahkan ditingkatkan kualitasnya seperti pelebaran jembatan, jalan dan bahkan dibeberapa ruas jalan sudah dilakukan pembetonan jalan. Misalnya jalan di desa Kalonan, Kedungwaru, Sendangwates dan Sambiroto.

Meskipun jalan beton sudah dapat dilewati, namun pengguna jalan mesti hati-hati, karena saat ini masih dalam pengerjaan, beberapa ruas jalan masih dalam kondisi urukan pasir dan koral yang dapat membahayakan pengendara.  Pengerjaan jalan ini terus digenjot, agar saat lebaran mendatang tidak ada material menumpuk atau tersisa di jalan. (27/05/2016)