MUDIK-BALIK LEBARAN, JALAN ALTERNATIF PATI BLORA MAKIN
NYAMAN
Foto salah satu jalan alternatif Pati Blora di desa Lumbung Mas
Pucakwangi km.109 (armedha_img)
Todanan. Bulan
Ramadhan yang diakhiri dengan hari raya Idul Fitri setiap tahunnya selalu
menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Apalagi bagi umat
muslim yang berhasil menunaikan ibadah puasa dan amaliyah di dalamnya. Mareka
akan berasa banget perayaan idul fitrinya. Bagi masyarakat, terutama di
kampung-kampung dan pedesaan idul fitri diisi dengan silaturrohmi dengan oang
tua, kerabat, tetangga dan bahkan dengan teman-teman semasa sekolah yang
dikenal dengan reuni, atau juga dalam bentuk arisan keluarga yang berjauhan
kota tempat tinggalnya. Masih ada lagi yaitu penduduk desa yang pergi ke kota
mencari pekerjaan (kaum urban) juga senantiasa tidak ketinggalan dalam perayaan
idul fitri yang sudah mentradisi ini.
Tradisi Silaturrohmi
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk kaum
urban yang sudah menetap atau sementara tinggal di kota. Jika Anda tidak mudik
lebaran rasanya akan terasa penat dan bosan tinggal di kota yang setiap saat
bising dengan suara kendaraan dan kemacetan. Sementara teman, pembantu, mitra
kerja atau rekanan Anda sudah mudik lebaran. Meskipun terkesan tradisi tahunan,
namun ruh silaturrohmi inilah yang telah menginspirasi masyarakat untuk mudik
lebaran dan telah menjadi bagian dari pengamalan sebagai umat muslim.
Bagi Anda yang mempunyai tujuan Blora dan daerah sekitarnya
dengan arah dari Semarang kini semakin leluasa. Karena untuk sampai ke Blora
dapat melewati Purwodadi dan dapat melewati jalur pantura Pati via Todanan. Ada dua pintu jalan alternatif Pati Blora,
yaitu 1) pintu jalan
pertigaan desa Purworejo (Pati) ke kanan lewat jembatan Sampang
(Tondomulyo-Jakenan), dulu jembatan gantung dan sekarang tinggal kenangan
karena jembatan tersebut sudah diperlebar dan menjadi jembatan permanen-jalan
propinsi. Setelah sampai pertigaan Glonggong belok kiri ke arah Jakenan. Lalu
2) pintu pertigaan Ngebruk (pom bensin Juwana)
ke kanan desa Karang boyo menuju Jakenan.
Jalan Alternatif Pati-Blora
Jalan alternatif Pati Blora via Todanan sekarang
bertambah nyaman. Notabene jalan tersebut adalah jalan propinsi, namun ketika
memasuki Pucakwangi (Pati) sampai Todanan-Japah-Ngawen (Blora) jalan tersebut
masih sempit dan rawan kecelakaan. Itu tahun lalu. Tetapi mulai tahun 2016
jalan di beberapa titik rawan tersebut sudah diperlebar dan makin nyaman,
misalnya jalan Wotiyang, Kawak, dan Candi serta Tlogowungu-Japah. Titik rawan
kecelakaan, di antaranya jalan tikungan ganda hutan Kawak (desa Lumbung Mas), Tanjakan dan tikungan Sriwing (desa Candi) masih
harus diwaspadai. Di samping itu rambu-rambu jalan masih minim dan masih dalam
pengerjaan jalan. Mau
tahu kondisi jalan yang sudah diperlebar, nyaman dan daerah rawan perhatikan
foto-foto berikut yang berhasil diunggah untuk Anda.
Foto Jalan Raya Wotiyang Pucakwangi
pada km. 107 dari arah Semarang (armedha_img)
Foto salah satu tikungan ganda dan
menurun di hutan Kawak Pucakwangi (armedha_img)
Foto tanjakan Sriwing ke-1 yang rawan
kecelakaan (armedha_img)
Foto tanjakan dan tikungan Sriwing ke-2
dengan tepi jurang yang rawan kecelakaan (armedha_img)
Demikian informasi untuk Anda. Semoga dapat
memberi petunjuk dan menjadi saran bagi Anda terutama bagi yang pertama kali
lewat jalur ini untuk mudik dan balik lebaran. Semoga perjalanan mudik lebaran Anda bersama keluarga
senantiasa sehat, selamat sampai kampung halaman dan berbahagia (02/07/2016).