Alam

Alam
Pemandangan kesejukan alam pegunungan Todanan di pagi hari

Senin, 18 Juli 2016

mudik-balik lebaran jalan alternatif pati blora makin nyaman



MUDIK-BALIK LEBARAN, JALAN ALTERNATIF PATI BLORA MAKIN NYAMAN

Foto salah satu jalan alternatif Pati Blora di desa Lumbung Mas Pucakwangi km.109 (armedha_img)

Todanan. Bulan Ramadhan yang diakhiri dengan hari raya Idul Fitri setiap tahunnya selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia. Apalagi bagi umat muslim yang berhasil menunaikan ibadah puasa dan amaliyah di dalamnya. Mareka akan berasa banget perayaan idul fitrinya. Bagi masyarakat, terutama di kampung-kampung dan pedesaan idul fitri diisi dengan silaturrohmi dengan oang tua, kerabat, tetangga dan bahkan dengan teman-teman semasa sekolah yang dikenal dengan reuni, atau juga dalam bentuk arisan keluarga yang berjauhan kota tempat tinggalnya. Masih ada lagi yaitu penduduk desa yang pergi ke kota mencari pekerjaan (kaum urban) juga senantiasa tidak ketinggalan dalam perayaan idul fitri yang sudah mentradisi ini.

Tradisi Silaturrohmi
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda termasuk kaum urban yang sudah menetap atau sementara tinggal di kota. Jika Anda tidak mudik lebaran rasanya akan terasa penat dan bosan tinggal di kota yang setiap saat bising dengan suara kendaraan dan kemacetan. Sementara teman, pembantu, mitra kerja atau rekanan Anda sudah mudik lebaran. Meskipun terkesan tradisi tahunan, namun ruh silaturrohmi inilah yang telah menginspirasi masyarakat untuk mudik lebaran dan telah menjadi bagian dari pengamalan sebagai umat muslim.

Bagi Anda yang mempunyai tujuan Blora dan daerah sekitarnya dengan arah dari Semarang kini semakin leluasa. Karena untuk sampai ke Blora dapat melewati Purwodadi dan dapat melewati jalur pantura Pati via Todanan.  Ada dua pintu jalan alternatif Pati Blora, yaitu 1) pintu jalan pertigaan desa Purworejo (Pati) ke kanan lewat jembatan Sampang (Tondomulyo-Jakenan), dulu jembatan gantung dan sekarang tinggal kenangan karena jembatan tersebut sudah diperlebar dan menjadi jembatan permanen-jalan propinsi. Setelah sampai pertigaan Glonggong belok kiri ke arah Jakenan. Lalu 2) pintu pertigaan Ngebruk (pom bensin Juwana)  ke kanan desa Karang boyo menuju Jakenan.

Jalan Alternatif Pati-Blora
Jalan alternatif Pati Blora via Todanan sekarang bertambah nyaman. Notabene jalan tersebut adalah jalan propinsi, namun ketika memasuki Pucakwangi (Pati) sampai Todanan-Japah-Ngawen (Blora) jalan tersebut masih sempit dan rawan kecelakaan. Itu tahun lalu. Tetapi mulai tahun 2016 jalan di beberapa titik rawan tersebut sudah diperlebar dan makin nyaman, misalnya jalan Wotiyang, Kawak, dan Candi serta Tlogowungu-Japah. Titik rawan kecelakaan, di antaranya jalan tikungan ganda hutan Kawak (desa Lumbung Mas), Tanjakan dan tikungan Sriwing (desa Candi) masih harus diwaspadai. Di samping itu rambu-rambu jalan masih minim dan masih dalam pengerjaan jalan. Mau tahu kondisi jalan yang sudah diperlebar, nyaman dan daerah rawan perhatikan foto-foto berikut yang berhasil diunggah untuk Anda.

Foto Jalan Raya Wotiyang Pucakwangi pada km. 107 dari arah Semarang (armedha_img)
Foto salah satu tikungan ganda dan menurun di hutan Kawak Pucakwangi (armedha_img)
Foto tanjakan Sriwing ke-1 yang rawan kecelakaan (armedha_img)
Foto tanjakan dan tikungan Sriwing ke-2 dengan tepi jurang yang rawan kecelakaan (armedha_img)

Demikian informasi untuk Anda. Semoga dapat memberi petunjuk dan menjadi saran bagi Anda terutama bagi yang pertama kali lewat jalur ini untuk mudik dan balik lebaran. Semoga perjalanan mudik lebaran Anda bersama keluarga senantiasa sehat, selamat sampai kampung halaman dan berbahagia (02/07/2016).