Alam

Alam
Pemandangan kesejukan alam pegunungan Todanan di pagi hari

Selasa, 24 Mei 2016

jalan Todanan Juana mulus



JALAN JUANA TODANAN, MULUS…?

Foto Jalan Juana Todanan di desa Lumbung Mas, Pucak Wangi, Pati (armedha_img)

Todanan. Siapapun pengguna jalan, apa itu pejalan kaki, pengendara sepeda motor, kendaraan ringan dan berat pasti mendambakan kondisi jalan yang baik dan mulus. Bahkan penduduk sekitar juga akan merasa senang dengan kondisi jalan mulus di desanya dan menjadi ramai dilintasi kendaraan. Maklum kan? kondisi jalan yang mulus, perjalanan akan dapat dinikmati, dapat membuat nyaman berkendara, dan lebih menghemat perawatan kendaraan.
Demikian halnya dengan Jalan Juana Todanan dari tahun ke tahun, pembangunannya sudah dapat dinikmati, bahkan jalan-jalan yang mulus sudah dapat dipergunakan sejak tahun 2015. Namun pembangunan jalan sekelas jalan propinsi yang sudah mulus baru dapat dirasakan sepanjang jalan Lumbung Mas sampai Mojoagung Pucakwangi. Sementara di wilayah Budeng dan Pucakwangi pada beberapa ruas sudah pada tahap penyiapan dan bahkan pembetonan separo jalan. Mengingat pentingnya jalur alternatif tersebut mendorong adanya percepatan pembangunan. Sehingga diharapkan akan dapat membangkitkan dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar jalan Juana Todanan. (24/05/16).

tikungan jalan Juana Todanan waspadailah



TIKUNGAN JALAN JUANA TODANAN, WASPADAILAH !!

 Foto satu Jalan Juana Todanan di tikungan dukuh Wotiang, Pucak Wangi, Pati (armedha_img)


Sebagai jalan propinsi alternatif, jalan Juana Todanan sudah dirasakan oleh masyarakat pengguna. Banyak mobilitas penduduk melintasi jalur ini. Wajar saja, karena jalan ini termasuk salah satu pintu akses tercepat menuju kota Juana-Pati (PANTURA), terutama bagi masyarakat Ngawen, Japah, Kunduran, Doplang dan apalagi Todanan. Misalnya mobil pribadi, truk pengangkut tebu, ketela, bahkan truk tronton kosong serta bus pariwisata juga pernah melintas. Padahal jalur ini belum sepenuhnya diperlebar dan mampu menahan beratnya. Sehingga jalur ini cepat atau lambat harus segera dibangun baik jalan beton maupun aspal hotmik sesuai kondisi tanah yang ada. Di samping itu jalur ini juga merupakan jalur menuju pabrik Gula GMM Blora yang beralamat di Kalonan Todanan.

Namun, melewati jalur ini harus waspada karena minimnya rambu-rambu jalan. Selain itu perjalanan dari Todanan menuju Pucak Wangi atau sebaliknya akan melewati jalan-jalan berbahaya yaitu pada ruas jalan KM. 107-113, pengguna jalan akan dihadapkan pada jalan naik turun dan tikungan pendek serta tajam, bertebing, tertutup pepohonan, bertemu kawanan ternak sapi atau kerbau dan sebagainya. 
Memang melintasi jalur ini dapat memberikan kesan tersendiri ketika pengendara melewati hutan Kawak dan apalagi desa Candi, panorama alamnya lumayan indah. Namun demikian, terutama bagi pengendara yang baru pertama kali melintasi jalur ini mesti harus ekstra waspada. (24/05/16).

waw, Todanan-Juana kini jalan propinsi


        WAW…?  TODANAN-JUANA KINI JALAN PROPINSI

 Foto gorong-gorong Jl. Juana Todanan di desa Dalangan, Todanan Blora (armedha_img)
 
Todanan. Jalan Todanan menuju Juana oleh masyarakat sekitar lebih dikenal dengan istilah jalan Juana Todanan. Istilah ini pertama kali dipergunakan oleh institusi pendidikan, yaitu SMP Negeri 2 Todanan yang beralamatkan di jalan Juana, Todanan. Setidaknya istilah tersebut sudah dipakai sejak tahun 1990-an. Alamat sekolah tersebut berada pada KM. 116,3 dari arah Semarang-Blora via Juana Pati Jawa Tengah. Bagi masyarakat sekitar mengetahui bahwa jalan tersebut merupakan jalan propinsi alternatif.

Berita tersiarnya jalan Juana Todanan menjadi jalan propinsi sebenarnya sudah sangat lama. Di era pemerintahan presiden SBY, jalan tersebut sudah masuk pada program pembangunan propinsi Jawa Tengah. Namun karena sesuatu hal pembangunan jalan tersebut mengalami penundaan.

Namun demikian, pemerintah propinsi senantiasa berusaha untuk melanjutkan program tersebut. Dan terbukti, secara bertahap pemerintah telah merealisasikan programnya dengan cara pembuatan gorong-gorong dan memperlebar jembatan salah satunya di desa Dalangan Todanan. (24/05/2016).

Selasa, 26 April 2016

laporan kegiatan pengembangan diri seminar regional sinkronisasi program pengembangan pai dan budi pekerti



LAPORAN KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI
SEMINAR REGIONAL SINKRONISASI PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI ANTARA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN KANWIL KEMENAG PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2014


Nama
:
Aris Dwi Purnomo, M.Si.
NIP / Karpeg
:
19730101 200501 1 001 / M.136732
Pangkat / Golongan  / Ruang
:
Penata Tk. I /IIId
TMT
:
01 April 2014
NUPTK  / NRG
:
0433751652200102 / 131272213111                                          
Tempat Tugas
:
SMPN 1 Todanan
Alamat Tempat Tugas
:
Jl. Raya Todanan – Ngumbul Km.5 Kec. Todanan Kab. Blora
Jabatan
:
Guru Mata Pelajaran PAI
Tanggal Mulai Bekerja
:
01 Januari 2005



Todanan, 15 Oktober 2014
Mengetahui
Kepala SMP N 1 Todanan
Guru PAI


Suparno, S.Pd
NIP 19660123 199103 1 004
Aris Dwi Purnomo, M.Si.
NIP. 19730101 200501 1 001

















LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN
SEMINAR REGIONAL SINKRONISASI PROGRAM PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI ANTARA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TENGAH DENGAN KANWIL KEMENAG PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2014

I.        LATAR BELAKANG
Guru sebagai tenaga profesional mempunyai fungsi, peran, dan kedudukan yang sangat penting dalam mencapai visi pendidikan yaitu menciptakan insan Indonesia cerdas dan kompetitif. Oleh karena itu, profesi guru harus dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
Konsekuensi dari jabatan guru sebagai profesi, tidak cukup bila guru hanya melakukan tugasnya mengajar, membimbing dan mendidik para siswanya, melainkan harus selalu mengembangkan profesinya tersebut. Pengembangan terhadap profesi guru tersebut hendaklah dilaksanakan secaraterprogram dan berkelanjutan, melalui kegiatan Pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB) yang memang merupakan salah satu kegiatan yang dirancang untuk mewujudkan terbentuknya guru yang profesional. Salah satu jenis kegiatan PKB adalah Pengembangan Diri.
Kegiatan Pengembangan Diri tersebut dapat dilakukan melalui dua jenis kegiatan, yaitu: (1) Mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) fungsional dan/atau (2) Mengikuti kegiatan kolektif guru. Menyadari akan berbagai kekurangan yang ada pada penulis, maka untuk meningkatkan profesionalisme, selama tahun 2014 / 2015 ini penulis telah ditugaskan oleh Kepala Sekolah untuk mengikuti  kegiatan pengembangan diri. Kegiatan yang penulis ikuti berupa Seminar Regional Sinkronisasi Program Pengembangan Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Antara Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Dengan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Tahun 2014.

II.      TUJUAN KEGIATAN
Kegiatan Seminar Regional ini memiliki tujuan sebagai berikut:
1.      Untuk mengenalkan kebijakan Dinas Pendidikan Prov. Jawa Tengah tentang program pengembangan PAI dan Budi Pekerti.
2.      Untuk mengenalkan kebijakan Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah tentang program pengembangan PAI dan Budi Pekerti.
3.      Sinkronisasi Program Pengembangan Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Antara Dinas Pendidikan Prov. Jawa Tengah dengan Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah.
III.    PELAKSANAAN KEGIATAN
Kegiatan Seminar Regional ini dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:
1.      Peserta                                  : Pengurus MGMP PAI  se-Jawa Tengah
2.      Jadwal Pelaksanaan              : Senin, 13 Oktober 2014
3.      Jumlah hari                           : 1 hari
4.      Tempat                                 : Auditorium SMP N 7 Magelang
5.      Penyelenggara                      : MGMP PAI Prov. Jawa Tengah
6.      Jumlah Jam Pelajaran          : -

IV.   PROGRAM PEMBELAJARAN
Kegiatan Seminar Regional memiliki program pembelajaran sebagai berikut:
A.      Materi:
Materi Kegiatan Seminar Regional terdiri dari:
1.      Kebijakan Dinas Pendidikan Prov. Jawa Tengah tentang program pengembangan PAI dan Budi Pekerti.
2.      Kebijakan Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah tentang program pengembangan PAI dan Budi Pekerti.
3.      Sinkronisasi Program Pengembangan Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Antara Dinas Pendidikan Prov. Jawa Tengah dengan Kanwil Kemenag Prov. Jawa Tengah.
B.      Penyaji:
Kegiatan Seminar Regional diisi oleh para penyaji berikut:
1.      Arief Haryoso, M.Pd (Kemendiknas).
2.      Dr. Syaifudin Zuhri (Kemenag).
3.      Dr. Rahmad Haryadi, M.Pd. (Kepala STAIN Salatiga).

V.     HASIL PENDIDIKAN DAN LATIHAN
Setelah penulis mengikuti pendidikan dan latihan hasil yang diperoleh adalah:
1.       Guru dapat mengembangkan pembelajaran PAI dan Budi Pekerti.
2.       Guru menyadari bahwa pembelajaran PAI dan BP bukan semata tugas Kemendiknas atau Kemenag, namun tugas bersama untuk mewujudkan amanat UU Pendidikan Nasional.
3.       Guru lebih optimis dan semangat melaksanakan tugas pembelajaran di sekolah.