Alam

Alam
Pemandangan kesejukan alam pegunungan Todanan di pagi hari

Minggu, 05 Juni 2016

hindari macet pasar Todanan


HINDARI MACET!! PASAR TODANAN 
 
Foto Pasar Todanan di jam sibuk hari pasaran antara 06.00-0900 (armedha_img)

Todanan. Pasar Todanan sebagai satu pasar tradisional memiliki andil terhadap perputaran roda ekonomi di tingkat kecamatan Todanan, bahkan di kabupaten Blora. Pasalnya, menurut Primashud, salah seorang pedagang mainan dan jajanan gorengan, pasar Todanan termasuk pasar yang besar dan memiliki pendapatan retribusi pasar yang tinggi. Bahkan pendapatan retribusi pasar Todanan tersebut menduduki peringkat kedua setelah pasar Cepu, tambahnya. Hal inilah yang memungkinkan para pedagang dari luar kecamatan Todanan bahkan luar Blora mengais rejeki (pangan) di Todanan.

Sementara para pedagang luar Todanan juga mengetahui bahwa pasar Todanan memiliki hari-hari pasaran. Dalam satu putaran hari pasaran, pasar Todanan memiliki hari pasaran dua kali, yaitu pasar pon dan pasar legi. Selebihnya menjadi pasar kecil yang disebut warungan. Kedua hari pasaran itu menjadi perhatian serius bagi para pedagang pasar untuk menyiapkan barang dagangan dan juga bagi pengunjung yang mau berbelanja atau sekedar jalan-jalan, melihat-lihat suasana pasar. Adalagi pasar kambing khusus pasar pahing. Namun demikian bagi pengendara yang melintasi jalan pasar perlu waspada karena dapat terjadi kemacetan lalu lintas. Terutama di waktu jam sibuk pagi antara jam 06.00-09.00 bertepatan dengan hari pasaran, yaitu hari pasar legi dan pasar pon. Apalagi di hari-hari megengan, menjelang datangnya bulan romadlon, pasar penuh sesak. Demikian juga nantinya menjelang lebaran idul fitri 2016 dimungkinkan pasar akan ramai dan juga akan macet. Hal ini karena pasar Todanan sudah memiliki wajah baru lebih indah, tertata, tertib dan teratur.

 Foto sebelah timur jalan menuju Pasar Todanan di hari pagi pasaran sudah macet (armedha_img)

ALTERNATIF
Bagaimana menghindari kemacetan pasar Todanan? Soal kemacetan hendaklah disikapi dengan positif, yaitu dijadikan pembelajaran untuk hidup sabar, toleran dan berbagi jalan kepada sesama pengguna jalan. Di samping itu pengguna jalan dapat mencari jalan alternatif, seperti jalur selatan pasar Todanan, yaitu Lapangan-persimpangan lima-Puskesmas. Tetapi jalur ini jalur sempit di mana mobil tidak dapat bersimpangan kecuali dengan sepeda motor. Itu pun dengan pelan-pelan. Atau lewat jalur utara, yaitu Kobo-Pole-Kecamatan. Jalur ini lebih luas sehingga mobil dapat bersimpangan dengan mobil walau dengan pelan-pelan juga. (28/05/2016).


di Todanan kabut putih mengendap-endap



DI TODANAN, KABUT PUTIH MENGENDAP-ENDAP
 
Foto salah satu instansi pendidikan di kawasan Todanan akibat kabut putih turun (armedha_img)

Todanan.  Sebagai daerah pegunungan, wilayah kecamatan Todanan bukanlah termasuk dataran tinggi. Bolehlah dikatakan dataran sedang,  karena pegunungan di wilayah Todanan hanya mencapai ketinggian pada kisaran 300-an meter dari permukaan air laut. Meski demikian, jika suhu udara sore hari terasa sangat dingin dan disertai mendung sampai terjadinya hujan, maka setelah hujan dapat dimungkinkan akan terjadi kabut putih turun (jawa:lamur). Kabut yang turun tidak hanya di alam terbuka, tetapi juga masuk ke rumah-rumah melalui celah-celah dinding kayu, ventilasi dan pintu cendela atau pintu rumah. Terbukti jok sepeda motor dan spion terdapat titik-titik air secara merata jika terjadi kabut turun.
Baru-baru ini, hari Selasa, 31 Mei 2016 telah terjadi kabut putih turun untuk kesekian kalinya di kawasan Todanan. Terutama sangat dirasakan ketika waktu menjelang subuh sampai dengan kira-kira jam 08 pagi. Kabut paling tebal dirasakan sesudah waktu subuh, seangkan kabut tipis terlihat pada jam 08-an. Di mana matahari mulai menyengat dan sinarnya membelah kabut yang telah mengendap-endap itu. Semakin siang kabut putih semakin cepat terurai. Jika tidak, di sinilah saat kabut tebal turun dapat berbahaya bagi pengguna jalan.
Dengan adanya kabut turun di pagi hari buta di kawasan Todanan yang dikenal daerah pegunungan dapat berakibat mengganggu perjalanan. Karena di samping jalan naik turun, berbelok dengan jarak pendek, tertutup pepohonan dan tebing, jarak pandang hanya sekitar 30-an meter. Di mana pengguna jalan memerlukan perhatian ekstra hati-hati. Apalagi bersimpangan dengan kendaraan lain yang terkadang tidak menyalakan lampu utama (light on). Benar-benar dapat membahayakan keselamatan sesama pengguna jalan. (31/05/2016)