ZAKAT FITRAH DAN ZAKAT MAL
Oleh: ARIS DWI PURNOMO
Agama
Islam sangat peduli terhadap fakir miskin. Bukti kongkritnya adalah adanya kewajiban membayar zakat,
baik zakat Fitrah maupun zakat Mal. Untuk mengetahui secara lengkap apa
dan bagaimana ketentuan zakat Fitrah dan
zakat Mal, kita ikuti pembahasan zakat berikut ini :
A. ZAKAT FITRAH
1. Pengertian Zakat Fitrah
Menurut bahasa Fitrah artinya suci,
bersih. Zakat Fitrah
adalah zakat untuk mensucikan atau membersihkan jiwa. Sedangkan menurut istilah
zakat Fitrah adalah memberikan makanan pokok atau harganya dengan jumlah
tertentu kepada orang yang berhak menerimanya berkenaan dengan datangnya hari
raya Idul Fitri dengan syarat-syarat tertentu.
Zakat
termasuk di dalamnya zakat Fitrah adalah
merupakan rukun Islam yang ke-3 yang disyareatkan mulai tahun ke-2 Hijrah
bersamaan dengan disyareatkan ibadah puasa pada bulan Ramandhan. Zakat
Fitrah lebih utama diberikan dalam bentuk makanan pokok sesuai dengan daerahnya
masing-masing . Tiap-tiap orang Islam baik besar atau kecil, kali-laki atau
perempuan, merdeka atau hamba sahaya, wajib mengeluarakan zakat Fitrah minimal
satu sha’ atau + 3,1 liter atau + 2,5 kg.
2. Hukum dan Dalil
Naqli Zakat Fitrah
Bagi
orang yang mampu, mengeluarkan zakat
Fitrah untuk dirinya, istri dan anak-anaknya serta orang-orang yang menjadi
tanggungannya hukumnya wajib.
Firman
Allah swt.:
خذ من اموالهم
صد قة تطهرهم وتزكيهم بها وصل عليهم ان صلو تك سكن لهم والله سميع عليم
Artinya: "Ambillah
zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan
berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa
bagi mereka. Dan Allah mendengar lagi Maha Mengetahui " (Q.S.Attaubah:
103)
Sabda
Rasulullah Saw.:
عن ابن عمر قال
فرض رسول صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من سعير على كل
حر او عبد ذكر او انثى من مسلمين وكان يعطون قبل الفطر بيوم او يومين ( رواه مسلم )
Artinya: Dari Ibnu Umar berkata,
Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitri (berbuka) dari bulan Ramandhan kepada
manusia sebanyak satu sha’ (3,1 liter) kurma atau gandum atas tiap-tiap orang
yang merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan. Mereka membayar Fitrah itu
sehari atau dua hari sebelum hari raya. (H.R. Bukhari)
3. Syarat Wajib Zakat Fitrah
Syarat
wajib zakat Fitrah adalah sesuatu yang apabila sudah ada pada seseorang maka
orang tersebut wajib mengeluarkan zakat Fitrah. Syarat wajib zakat Fitrah ada
3, yaitu:
a.
Beragama Islam
Orang yang tidak beragama Islam
tidak wajib zakat Fitrah.
b. Mempunyai
kelebihan harta atau benda untuk kebutuhan dirinya dan orang-orang yang menjadi
tanggungan nafkahnya pada malam dan siang hari raya.
c.
Ada
pada waktu tenggelamnya Matahari pada akhir bulan Ramandhan.
1). Anak yang lahir pada waktu tenggelamnya mata
hari akhir bulan Ramandhan atau sebelumnya wajib dikeluarkan zakat Fitrahnya,
apabila orang tuanya mampu. Tetapi apabila anak itu lahir setelah tenggelamnya Matahari
akhir bulan Ramandhan, maka tidak wajib dikeluarkan zakat Fitrahnya meskipun
orang tuanya mampu.
2). Orang yang meninggal dunia pada waktu atau
sesudah tenggelamnya Matahari akhir bulan Ramandhan wajib dikeluarkan zakat Fitrahnya.
Tetapi apabila ia meninggal dunia sebelum
tenggelamnya Matahari akhir bulan Ramandhan maka tidak wajib zakat Fitrah meskipun ia termasuk orang yang
mampu.
4. Syarat Sah Zakat Fitrah
Syarat
zakat Fitrah adalah sesuatu yang menjadi syarat sah tidaknya zakat Fitrah.
Syarat sah zakat Fitrah ada 4, yaitu:
a.
Dikeluarkan pada waktunya. Yaitu mulai
tanggal 1 bulan Ramandhan sampai sebelum shalat hari raya Idul Fitri.
b.
Dalam bentuk bahan makanan pokok atau
harganya.
Zakat
Fitrah diutamakan dalam bentuk makanan pokok masing-masing daerah (beras),
tetapi apabila diberikan dalam bentuk uang atau harganya menurut madhab Hanafi
tidak ada halangan, karena pada dasarnya zakat Fitrah itu adalah hak orang
miskin untuk menutup kebutuhan hidupnya.
c.
Minimal satu sha’ .
Jumlah
zakat Fitrah untuk masing-masing orang minimal 1 sha’ (nama takaran) atau 3.1 liter atau 2.5 kg, kurang dari itu tidak sah, lebih
dari itu lebih baik.
Sabda
Rasulullah Saw.:
عن ابى سعيد
قال كنا نخرج زكاة الفطر صاعا من طعام او صاعا من شعير او صاعا من من اقط او صاعا
من زبيب ( رواه البخاري ومسلم )
Artinya: Dari Abi sa’id berkata, “Kami mengeluarkan zakat
Fitrah satu sha’ dari makanan, gandum,
kurma, susu kering, atau anggur kering” (H.R.Bukhari dan Muslim)
d.
Diberikan kepada orang yang berhak
menerimanya
Zakat
Fitrah harus diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya (Mustahik
zakat) sebagaimana yang diterangkan dalam Q.S. At-Taubah ayat 60 atau kepada
amil (panitia) zakat untuk disalurkan kepada mustahik.
5. Rukun Zakat Fitrah
Rukun
zakat Fitrah ada 4, yaitu:
a.
Niat zakat Fitrah
Setiap
amal harus disertai niat. Niat zakat Fitrah apabila diucapkan berbunyi:
نويت ان اخرج زكات الفطر لنفسي فرض لله تعا لى
Artinya:
Saya berniat mengeluarkan zakat Fitrah untuk diri saya wajib karena Allah ta’ala.
b.
Ada orang yang mengeluarkan zakat
Fitrah (Muzakki)
c. Ada orang yang berhak dan menerima zakat Fitrah
(Mustahiq)
d.
Ada harta atau benda yang
dikeluarkan untuk zakat Fitrah
6. Waktu
Zakat Fitrah
Pada prinsipnya kewajiban zakat Fitrah
itu terjadi pada waktu tenggelamnya Matahari akhir bulan Ramandhan. Sebelum waktu itu seseorang belum
wajib mengeluarkan zakat Fitrah. Tetapi meskipun demikian tidak ada halangan
apabila dibayar sebelumnya (takjil) asal berada dalam bulan Ramandhan. Adapun
waktu dan hukum mengeluarkan zakat Fitrah adalah sebagai berikut:
a.
Waktu yang diperbolehkan (Jais atau
mubah)
Zakat
Fitrah boleh atau jaiz dikeluarkan mulai
terbit fajar tanggal 1 bulan Ramandhan
sampai sebelum Magrib akhir bulan Ramandhan
b.
Waktu wajib
Yaitu,
pada saat tenggelamnya mata hari akhir bulan Ramandhan
c.
Waktu yang lebih baik (sunah)
Yaitu, sesudah shalat subuh tanggal 1 Syawal sampai sebelum shalat hari
raya Idul Fitri
d.
Waktu makruh
Yaitu, sesudah shalat hari raya Idul
Fitri sampai sebelum tenggelam mata hari tanggal 1 Syawal
e.
Waktu Haram
Yaitu, pada saat atau sesudah tenggelamnya mata hari tanggal 1 Syawal dan
seterusnya.
7. Manfaat Zakat Fitrah
Zakat
Fitrah mempunyai dua manfaat, yaitu : manfaat kepada orang yang berzakat
(Muzakki) dan manfaat kepada orang yang menerima zakat (Mustahiq):
a.
Manfaat bagi orang yang berzakat
(Muzakki), yaitu:
1).
Sebagai bukti ketaan kepada Allah Swt.
dan mendapat pahala dariNya. Hal ini karena zakat Fitrah termasuk salah satu
rukun Islam yang wajib untuk dilaksanakan
2).
Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah
Swt. atas rizqi yang ia terima.
3).
Sebagai pembersih bagi orang yang
berpuasa dari perbuatan kotor dan sia-sia.
4).
Menyempurnakan pahala orang yang
berpuasa.
5).
Sebagai salah satu bentuk kepedulian
terhadap fakir miskin.
b.
Manfaat bagi orang yang menerima zakat
(Mustahik)
1).
Memberikan rasa kegembiraan
kepada fakir miskin pada hari raya Idul Fitri.
2). Membantu
ketersediaan makanan pokok selama hari raya Idul Fitri.
3).
Memberikan rasa tenang kepada para muallaf.
4).
Mengurangi tingkat kegelisahan
dan kejahatan masyarakat.
B. ZAKAT
MAL
1. Arti
Zakat Mal
Menurut bahasa zakat artinya mensucikan atau membersihkan,
mal artinya harta benda. Zakat
mal adalah zakat untuk mensucikan atau
membersihkan harta benda. Sedangkan
menurut istilah Zakat mal adalah kadar
atau jumlah harta tertentu yang diberikan
kepada orang yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu.
Zakat termasuk didalamnya zakat Fitrah dan zakat mal merupakan rukun Islam yang
ketiga.
Sabda
Rasulullah Saw.
بني الاسلام
على خمس : شهادة ان لا اله الا الله وان محمدا رسول الله واقام الصلوة وايتائ
الزكوة وصوم رمضان وحج البيت ( رواه البخارى
ومسليم )
Artinya: Islam itu ditegakkan atas lima dasar, bersaksi
bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwasanya Nabi Muhammad itu utusan
Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa bulan Ramandhan, dan ibadah
haji ke Baitullah. (H.R.Bukhari dan Muslim)
2. Hukum dan Dalil Naqli Zakat
Mal
Bagi orang yang yang telah memenuhi
syarat, zakat mal hukumnya wajib atau fardu ain.
Firman
Allah swt:
واقيموا الصلوة واتوا الزكاة
Artinya:
"Dirikanlah shalat dan
tunaikanlah zakat." (Q.S.An Nisa :77)
3. Syarat Wajib Zakat Mal
Syarat
wajib zakat mal adalah sesuatu yang apabila sudah ada pada seseorang maka orang
tersebut wajib mengeluarkan zakat mal. Syarat wajib zakat mal ada 5, yaitu:
a.
Beragama Islam
Orang yang tidak beragama Islam
tidak wajib zakat mal. Karena
seandainya ia mengeluarkan zakat mal juga tidak sah dan tidak mendapat pahala.
b.
Merdeka (bukan budak atau hamba sahaya).
c. Milik sempurna.
Artinya, harta yang ada semuanya
adalah miliknya sendiri, bukan milik orang lain baik semuannya maupun sebagian.
d.
Telah sampai nisab.
Nisab
adalah batas minimal harta benda yang
wajib dikeluarkan zakatnya.
e.
Haul (telah satu tahun dimiliki)
Hal
ini berlaku untuk zakat emas, perak, perniagaan, dan peternakan.
Sabda Rasulullah Saw.
عن ابن عمر قال
رسول صلى الله عليه وسلم: لا زكاة فى مال امرء حتى يحول عليه الحول ( رواه الدرالقطنى )
Artinya: Dari Ibnu Umar, Bersabda Rasulullah Saw. “Tidak
ada zakat pada harta seseorang sebelum sampai satu tahun dimiliki”
(H.R.Daruqutni)
4. Syarat Sah Zakat Mal
Syarat zakat mal adalah sesuatu yang
menjadi syarat sah tidaknya zakat mal, meliputi 3, yaitu:
a.
Dalam bentuk sebagaimana yang telah
ditentukan.
b.
Dalam jumlah, minimal sesuai
dengan ketentuan
c.
Diberikan kepada orang yang berhak menerimanya
Zakat mal harus diberikan kepada
orang-orang yang berhak menerimanya (Mustahik zakat) sebagaimana yang
diterangkan dalam Q.S.At-Taubah ayat 60 atau kepada amil (panitia) zakat.
5. Rukun Zakat Mal
Rukun
zakat Fitrah ada 4, yaitu:
a.
Niat Zakat Mal
b.
Ada
orang yang mengeluarkan zakat mal
(Muzakki)
c.
Ada
orang yang berhak dan menerima zakat mal (Mustahiq)
d.
Ada
harta atau benda yang dikeluarkan untuk zakat mal
6. Jenis harta benda yang wajib dizakati
Harta
benda yang wajib dizakati, antara lain:
a.
Emas
b.
Perak
Emas dan perak yang wajib dikeluarkan
zakatnya adalah emas dan perak yang merupakan simpanan, sedangkan emas dan
perak yang dijadikan perhiasan tidak wajib dikeluarkan zakat
Firman
Allah Swt:
والذين يكنزون الذهب والفضة ولا ينفقونها في سبيل الله فبشرهم بعذاب اليم
Artinya: ".....dan orang-orang yang menyimpan emas
dan perak, dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah
kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih " (Q.S.At-Taubah:34)
c.
Perniagaan atau perdagangan
Barang perniagaan yang wajib
dikeluarkan zakatnya adalah semua barang halal yang diperdagangkan atau
diperjualbelikan.
Sabda
Rasulullah Saw.:
عن سمرة كان رسول
صلى الله عليه وسلم يأ مرنا ان نخرج الصدقة من الذي نعيده للبيع ( رواه الدر
قبطني وابو داوود )
Artinya: Dari Samurah, “Rasulullah Saw. Memerintahkan
kepada kami agar kami mengeluarkan zakat barang yang disediakan untuk dijual” (H.R.Daruqutni
dan Abu Dawud)
d. Peternakan
Semua jenis peternakan yang halal
seperti, unta, sapi,
kerbau, kambing, domba, dan lain-lain apabila telah memenuhi syarat wajib
dikeluarkan zakatnya
e. Pertanian
dan perkebunan
Semua hasil pertanian dan perkebunan
apabila telah memenuhi syarat, wajib dikeluarkan zakatnya.
f.
Barang temuan (Rikaz) dan hadiah
Semua barang temuan, hadiah undian,
harta karun, dan lain-lain yang berharga, wajib dikeluarkn zakatnya
g.
Perikanan
Perikanan, baik perikanan laut,
tambak, maupun yang lain, apabila telah memenuhi syarat wajib dikeluarkan zakatnya
h.
Uang
Uang baik berupa tabungan, deposito,
dan lain-lain apabila telah memenuhi syarat wajib dikeluarkan zakatnya
i. Profesi
atau pekerjaan
Profesi atau pekerjaan yang halal,
seperti: dokter, insinyur, guru, PNS, dan lain-lain apabila telah memenuhi
syarat wajib dikeluarkan zakatnya
6. Nisab dan Besarnya Zakat masing-masing Obyek Zakat.
Nisab
adalah kadar harta yang harus dikeluarkan zakatnya . Harta benda apabila sudah
sampai pada nisabnya maka wajib dikeluarkan zakatnya . Sedangkan haul adalah
jangka waktu suatu harta wajib dikeluarkan zakatnya.
Berikut
ini tabel nisab,haul dan
kadar zakat .
No.
|
Obyek Zakat
|
Nisabnya
|
Besarnya Zakat
|
Waktu Mengeluarkan
|
1
|
Emas
|
20 dinar / 93,6 gr
|
2.5 %
|
1 tahun
|
2
|
Perak
|
200 dirham / 624 gr
|
2.5 %
|
1 tahun
|
3
|
Perniagaan / perdagangan
|
Seharga emas 93,6 gr
|
2.5 %
|
1 tahun
|
4
|
Peternakan:
a. Unta
|
5-9
|
1 kambing 2 th
|
1 tahun
|
|
10-14
|
2 kambing 2 th
|
15-19
|
3 kambing 2 th
|
20-24
|
4 kambing 2 th
|
25-35
|
1 unta 1th
|
36-45
|
1 unta 2 th
|
46-60
|
1 unta 3 th
|
61-75
|
1 unta 4 th
|
76-90
|
2 unta 2 th
|
91-120
|
2 unta 3 th
|
121
|
3 unta 2 th
|
b. Sapi atau Kerbau
|
30-39
|
1 sapi/kerbau 1 th
|
1 tahun
|
40-59
|
1 sapi/kerbau 2 th
|
60-69
|
2 sapi/kerbau 1 th
|
70-79
|
2 sapi/kerbau 2 th
|
80-89
|
3 sapi/kerbau 1 th
|
Setiap tambah 30 ekor
|
Tambah 1 ekor
|
c. Kambing / domba
|
40-120
|
1 ekor 2 th
|
1 tahun
|
121-200
|
2 ekor 2 th
|
201-399
|
3 ekor 2 th
|
400-……
|
4 ekor 2 th
|
Setiap tambah 100
|
Tambah 1 ekor
|
d. lainnya
|
Seharga emas 93.6 gr
|
2.5 %
|
1 tahun
|
5
|
Pertanian / perkebunan
|
5 wasaq / 750 kg / 930 liter
|
10 % bila tadah hujan, 5 % bila
irigasi dengan biaya
|
Pada waktu panen
|
6
|
Barang temuan (Rikaz) dan hadiah
|
Tidak ada nisab
|
20 %
|
Pada waktu diperoleh
|
7
|
Perikanan
|
Seharga emas 93.6 gr
|
2.5 %
|
1 tahun
|
8
|
Uang
|
Seharga emas 93.6 gr
|
2.5 %
|
1 tahun
|
9
|
Profesi
|
Seharga emas 93.6 gr
|
2.5 %
|
1 tahun
|
10
|
Lain-lain
|
Seharga emas 93.6 gr
|
2.5 %
|
1 tahun
|
7. Manfaat
Zakat Mal
Zakat Mal mempunyai dua manfaat, yaitu: manfaat kepada orang
yang berzakat (Muzakki) dan manfaat kepada orang yang menerima zakat
(Mustahiq):
a.
Manfaat bagi orang yang berzakat
(Muzakki), yaitu:
1).
Sebagai penebus kewajiban dan mendapat
pahala dari Allah Swt. Hal ini karena zakat mal termasuk salah satu rukun Islam
yang wajib dilaksanakan
2).
Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah
Swt. atas rizqi yang ia terima
3).
Sebagai pembersih harta benda yang
diterima
4).
Sebagai salah satu bentuk kepedulian
terhadap fakir miskin.
b.
Manfaat bagi orang yang menerima zakat
(Mustahik)
1).
Membantu meringankan beban fakir miskin
2).
Membantu pengentasan kemiskinan
3). Memberikan rasa tenang kepada para muallaf
4).
Mengurangi tingkat kriminalitas dan
kejahatan masyarakat
5). Meningkatkan kesejateraan para mustahiq
C.
MUSTAHIQ
1.
Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat
Orang yang berhak menerima zakat
(Mustahiq zakat) sesuai dengan Q.S.At-Taubah ayat 60, ada delapan asnaf atau golongan.
Firman
Allah Swt.:
انما الصدقةللفقراء والمسكين والعاملين عليها والمؤلفة قلوبهم وفى الرقاب
والغارمين وفي سبيل الله وابن السبيل فريضة من الله والله عليم حكيم
Artinya: Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk
orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil, muallaf, riqab, gharim,
sabilillah, dan ibnu sabil. Sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah,
dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (Q.S.At-Taubah:60)
Dari ayat di atas, delapan asnaf
orang yang berhak menerima zakat dapat dijelaskan sebagai berikut:
a.
Fakir
Yaitu, orang yang tidak mempunyai penghasilan tetap dan
tidak mempunyai harta benda serta tidak dapat mencukupi kebutuhannya
sehari-hari
b.
Miskin
Yaitu orang yang mempunyai
penghasilan tetap dan mempunyai harta benda tetapi tidak dapat mencukupi
kebutuhan hidupnya sehari-hari
c. Amil
Yaitu, orang yang bertugas mengurus
zakat, baik dalam hal perencanaan (konsep), pengumpulan, pembagian,
pengadministrasian, dan lain-lain
d.
Muallaf
Yaitu, orang yang baru masuk Islam,
orang yang imannya masih lemah, orang yang berada di tengah-tengah lingkungan
non muslim yang masih perlu dibentingi keimanannya, atau orang yang karena
keimanannya dikucilkan keluarga atau masyarakat.
e.
Riqab
Yaitu untuk memerdekakan budak yang
telah dijanjikan oleh tuannya untuk dimerdekakan apabila ia mampu membayar
tebusan. Termasuk dalam hal ini adalah tawanan perang dan orang-orang yang
disandra yang akan dibebaskan apabila diberi
tebusan
f.
Gharim
Yaitu, orang yang tidak sanggup
membayar hutang dan hutangnya itu tidak dipergunakan untuk hal-hal yang maksiat
(bertentangan dengan ajaran agama Islam)
g.
Sabilillah
Yaitu
orang yang berjuang untuk kepentingan agama Islam. Baik untuk kepentingan berperang
membela agama Islam maupun untuk berdakwah menyiarkan agama Islam, sedang ia
tidak mendapat bayaran atau gaji yang sebanding dengan tugas atau pekerjaannya
h. Ibnu Sabil
Yaitu, orang yang terlantar dan
kehabisan bekal dalam perjalanan, sedangkan perjalanan yang dilakukan tidak
untuk maksiat
2. Orang-orang yang tidak Berhak Menerima Zakat
Orang yang tidak berhak menerima zakat ada 5 golongan, yaitu:
a.
Orang kaya
Yaitu orang yang mempunyai
penghasilan tetap atau harta benda yang dapat mencukupi kebutuhan untuk dirinya
dan orang yang menjadi tanggungannya
b. Hamba sahaya
Apabila
harta benda yang dimiliki akan diambil dan dimiliki oleh tuannya
c. Keturunan Rasulullah Saw
Sabda
Rasul Rasulullah Saw.:
عن ابى هريرة
يقول اخد الحسن بن على تمرة من تمر الصدقة فجعلها فى فيه فقال رسول صلى الله عليه
وسلم : كخ كخ ارم بها اما علمت انا لا نأكل الصدقة ( رواه مسليم )
Artinya: Dari Abi Hurairah Berkata, “Pada suatu hari Hasan
Bin Ali (cucu Rasulullah Saw) telah mengambil sebuah kurma zakat, lantas
dimasukkan ke mulutnya. Rasulullah Saw. Bersabda (kepada cucunya) jijik, jijik,
buanglah kurma itu ! tidak tahukah kamu bahwa kita (keturunan Muhammad) tidak
boleh mengambil sedekah (zakat) ?” (H.R.Muslim)
d. Orang yang dalam tanggungan Muzakki
Yaitu orang yang berzakat tidak boleh
diberikan zakatnya kepada orang yang menjadi tanggungannya atas nama fakir
miskin.
e. Orang
yang tidak beragama Islam
Orang
yang tidak beragama Islam tidak diwajibkan zakat dan juga tidak berhak menerima
zakat
Referensi:
Ahnan, Miftuh, 1986, Mutiara Hadits
Shahih Bukhary, Gresik, CV. Bintang Pelajar.
Rasyid, H. Sulaiman, 1976, Fiqh Islam,
Jakarta, Penerbit Atthahiriyah, cet. XVII.
Rifa’i, Moh, Muh Zuhri dan Salomo,
Terjamah Khulashah Kifayatul Akhyar, Semarang, CV. Toha Putra.
Soenarjo, R.H.A., 1971, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta, Yayasan
Penyelenggara penerjemah dan Penafsir Al-Qur’an
Yunus, H. Mahmud, 1973, Kamus
Arab-Indonesia, Jakarta, Yayasan Penyelenggara Penafsir Al-Qur’an.
Buku-buku
pelajaran PAI untuk Siswa SMP kelas VIII terbitan MGMP PAI SMP, Depag, Yudistira,
Aneka Ilmu dan lain-lain,