Alam

Alam
Pemandangan kesejukan alam pegunungan Todanan di pagi hari

Minggu, 25 November 2018

mengelola waktu hindari stress

TIP MENGELOLA WAKTU
MENGHINDARI STRESS


Stress bisa terjadi terkadang karena seseorang tidak dapat mengatur waktu untuk aktivitas.
Oleh karena itu aturlah waktu dengan cara:
1.      Selesaikan persoalan pribadi di rumah, tidak membawanya ke lingkungan kerja.
2.      Catat kegiatan yang kamu lakukan dalam buku agenda harian.
3.      Beristirahatlah yang cukup, sehingga fisik, tubuh dan otak menjadi fit dan fres kembali.
4.      Konsentrasi yang penuh pada saat bekerja, menunda obrolan dengan teman.
5.      Pastikan pekerjaan pada saat itu selesai, tidak menundanya.      

Cara Mengurangi stress (bersifat sementara) :
1.      Keluar dari ruangan sejenak.
2.      Menelpon teman.
3.      Berkirim email (sms).
4.      Membaca cerita-cerita lucu.
[dikutip dari Koran Wawasan edisi Minggu pahing, 15 Mei 2005 halaman 11]

haji mabrur


HAJI MABRUR

Disusun oleh Aris DP

A.      Pengertian

Mabrur menurut bahasa berarti baik atau bagus. Haji mabrur adalah ibadah haji yang memiliki nilai lebih (tambah) di samping telah memenuhi syarat dan rukunnya.
B.      Dalil Haji Mabrur
وَأَتِمُّواْ ٱلۡحَجَّ وَٱلۡعُمۡرَةَ لِلَّهِۚ .... ١٩٦
Artinya: Dan sempurnakanlah ibadah haji dan ´umrah karena Allah... (QS. Al-Baqarah[2]:196)
... وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ ... ٩٧
Artinya: ... mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah... (QS. Ali Imron[3]:97)
وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ اِلاَّ الْجَنَّةُ. (رواه البخارى ومسلم)
Artinya: ... dan haji mabrur tiada lain ganjaran (pahala) baginya kecuali surga. (HR. Bukhori dan Muslim).
C.      Ciri-ciri Haji Mabrur
Ciri-ciri atau tanda-tanda Haji Mabrur meliputi 3:
1.      Haji yang Bersih (baik, tidak ternoda oleh dosa)
2.      Haji yang Maqbul (sah, diterima)
3.      Haji yang membawa perubahan positif bagi yang berhaji

D.     Penjelasan
1. Haji yang Bersih, maksudnya: haji yang dilaksanakan dengan cara yang sebaik-baiknya dan tidak ternoda oleh perbuatan salah dan dosa.
a. Bersih saat persiapan
1)      Niat beribadah hanya karena Allah, lillaahi ta’aala, yang suci, bersih dari ujub, riya dan takabur.
2)      Harta untuk beaya haji itu bersih, halal dan bersih dari harta haram yang diperoleh dengan cara yang tidak benar menurut Islam.
3)      Harta yang dipergunakan haji tidak mengurangi kebutuhan hidup keluarga yang ditinggalkan haji dan tidak menimbulkan penderitaan sesudahnya.
4)      Dengan keridhoan keluarga terutama orang tua.
5)      Bersih dari kesalahan dan dosa baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia.
6)      Mempelajari manasik haji untuk memperoleh bekal berupa tata cara ibadah haji.
b. Bersih saat pelaksanaan
Agar selama menunaikan haji tidak mengucapkan kata-kata kotor atau perbuatan tercela yang merusak kesucian ibadah haji, misalnya:
1)      Meninggalkan salah satu syarat haji, rukun, wajib atau ketentuan lain.
2)      Melakukan pelanggaran atas hal-hal yang dilarang.
3)      Mengucapkan kata-kata yang kotor.
4)      Cepat tersinggung, sering marah, angkuh, sombong yang menimbulkan kebencian orang lain.
5)      Kurang tumakninah, tertib dan disiplin dalam menunaikan tata cara haji.
2. Haji yang Maqbul, maksudnya:
Haji yang diterima oleh Allah SWT, sah menurut syariat Islam, yaitu mengandung pengertian:
1)      Memenuhi syarat-syarat haji, baik syarat wajib maupun syarat sahnya.
2)      Memenuhi rukun haji dan wajib haji serta menyempurnakan dengan ibadah sunah.
3)      Menjaga diri dari pelanggaran atas segala hal yang dilarang selama ibadah haji.
4)      Memperbanyak ibadah seperti solat sunah, thowaf sunah, membaca al-Qur’an, dan amal soleh seperti sedekah dan menolong sesama jamaah dll.
5)      Menjaga diri dari ucapan yang kotor, membicarakan aib/kejelekan orang lain, menghina atau mengejek, serta menjaga diri dari perbuatan tercela seperti persengketaan dan permusuhan.
6)      Sabar, tidak mengeluh dan tidak cepat marah jika menghadapi kesulitan atau masalah selama beribadah haji.
7)      Ikhlas, tumakninah, tertib dan disiplin selama menunaikan ibadah haji, baik dalam gerakan maupun bacaannya.
3. Haji yang membawa perubahan sikap dan perilaku positif bagi yang berhaji, maksudnya:
Adalah adanya perubahan ke arah yang lebih baik dalam sikap dan perilakunya sesuai ibadah haji dari pada sebelumnya. Ciri-cirinya antar lain:
1)      Iman dan takwa kepada Allah yang mendorong untuk melakukan haji akan terus menjiwai, mewarnai dan menyemangati dalam sikap dan perilaku kapan dan di manapun akan tetap taat dan patuh menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
2)      Niat ikhlas karena Allah menjadi motif dalam menunaikan ibadah haji akan tetap menjadi motif dalam segala amal perbuatan baik dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bermasyarakat.
3)      Banyaknya amal ibadah yang dilakukan selama ibadah haji akan tetap diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik ibadah mahdloh maupun ibadah muamalah.
4)      Kesucian diri dari kesalahan dan dosa yang telah dicapai sebagai hasil dari ibadah haji,  akan dijaga dan dipelihara sebaik-baiknya. Agar senantiasa tetap suci dan bersih dari salah dan dosa dengan selalu menjaga diri dari ucapak dan perbuatan tercela.
5)      Latihan pengendalian hawa nafsu selama ibadah haji dalam bentuk sikap ulet, tabah dan sabar akan senantiasa tampak pada sikap hidupnya untuk senantiasa berakhlakul karimah dan berbudi pekerti luhur.
6)      Rasa persamaan derajat dan martabat sesama manusia dihadapan Allah dan kesetiakawanan sosial selama ibadah haji akan tampak dalam pergaulan yang saling menghormati, menghargai, menyayangi, menolong dan membantu dalam jalinan (ukhuwah) persaudaraan.
7)      Semangat berjuang dan berkorban dalam ibadah haji akan menumbuhkan kesadaran berjuang dan berkorban untuk agama, nusa dan bangsa.
E.      Hikmah Ibadah Haji dan Umroh
1.      Memberi pelajaran bagi kaum muslimin untuk berkorban, menyatukan diri dengan umat Islam seluruh dunia.
2.      Umat Islam diperintahkan harus berusaha dengan giat untuk mencari agar dapat menyempurnakan rukun agamanya.
3.      Dapat mengumpulkan umat Islam dalam satu aliran dan pendapat.
4.      Dapat menciptakan ukhuwah Islamiyah (persaudaraan umat Islam).
5.      Mengenang tempat-tempat bersejarah dan berkunjung (takziyah) ke makam para syuhada.
6.      Wahana latihan menjauhi larangan dalam berhaji yang dapat mengotori pribadi dan merendahkan kesucian martabat manusia.
7.      Gugur kewajiban, artinya bagi jamaah haji sudah gugur kewajibannya, sebab kewajiban haji hanya sekali selama hidup.
8.      Mengenal tempat-tempat bersejarah, seperti Ka’bah, bukit Shofa dan Marwah, Sumur Zam-zam, kota Mekkah, Madinah, Muzdalifah dan Mina.



Referensi:
Basri, Hasan, K.H., Haji Mabrur, Mimbar Ulama, majalah bulanan, nomor 0171 Tahun XVI, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Cemara Indah Jakarta, tahun 1992, halaman 7-13.
Tim Penyusun, Buku Modul Pendidikan Agama Islam, untuk SMP & MTs kelas 9, semester gasal, Purwa Grafika, tt., halaman 51.
Tim Abdi Guru, Ayo Belajar Agama Islam Jilid 3, KTSP, untuk kelas IX, Erlangga, Jakarta, tahun 2007, halaman 64.




zakat fitrah dan zakat mal


ZAKAT FITRAH DAN ZAKAT MAL 

Oleh: ARIS DWI PURNOMO


      Agama Islam sangat peduli terhadap fakir miskin. Bukti kongkritnya adalah adanya kewajiban membayar zakat, baik zakat Fitrah maupun zakat Mal. Untuk mengetahui secara lengkap apa dan  bagaimana ketentuan zakat Fitrah dan zakat Mal, kita ikuti pembahasan zakat berikut ini : 

A. ZAKAT FITRAH
     1.    Pengertian Zakat Fitrah
         Menurut bahasa Fitrah artinya suci, bersih. Zakat Fitrah adalah zakat untuk mensucikan atau membersihkan jiwa. Sedangkan menurut istilah zakat Fitrah adalah memberikan makanan pokok atau harganya dengan jumlah tertentu kepada orang yang berhak menerimanya berkenaan dengan datangnya hari raya Idul Fitri dengan syarat-syarat tertentu.
      Zakat termasuk di dalamnya  zakat Fitrah adalah merupakan rukun Islam yang ke-3 yang disyareatkan mulai tahun ke-2 Hijrah bersamaan dengan disyareatkan ibadah puasa pada bulan Ramandhan. Zakat Fitrah lebih utama diberikan dalam bentuk makanan pokok sesuai dengan daerahnya masing-masing . Tiap-tiap orang Islam baik besar atau kecil, kali-laki atau perempuan, merdeka atau hamba sahaya, wajib mengeluarakan zakat Fitrah minimal satu sha’ atau  +  3,1 liter atau +  2,5 kg.

     2.    Hukum dan Dalil Naqli Zakat Fitrah
      Bagi orang yang mampu,  mengeluarkan zakat Fitrah untuk dirinya, istri dan anak-anaknya serta orang-orang yang menjadi tanggungannya hukumnya wajib.
            Firman Allah swt.:
خذ من اموالهم صد قة تطهرهم وتزكيهم بها وصل عليهم ان صلو تك سكن لهم والله سميع عليم
Artinya: "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu  membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah mendengar lagi Maha Mengetahui " (Q.S.Attaubah: 103)
            Sabda Rasulullah Saw.:
عن ابن عمر قال فرض رسول صلى الله عليه وسلم زكاة الفطر من رمضان على الناس صاعا من سعير على كل حر او عبد ذكر او انثى من مسلمين وكان يعطون قبل الفطر بيوم او يومين ( رواه مسلم )
Artinya: Dari Ibnu Umar berkata, Rasulullah Saw mewajibkan zakat fitri (berbuka) dari bulan Ramandhan kepada manusia sebanyak satu sha’ (3,1 liter) kurma atau gandum atas tiap-tiap orang yang merdeka atau hamba, laki-laki atau perempuan. Mereka membayar Fitrah itu sehari atau dua hari sebelum hari raya. (H.R. Bukhari)

    3.     Syarat Wajib Zakat Fitrah
               Syarat wajib zakat Fitrah adalah sesuatu yang apabila sudah ada pada seseorang maka orang tersebut wajib mengeluarkan zakat Fitrah. Syarat wajib zakat Fitrah ada 3, yaitu:
                     a.   Beragama Islam
            Orang yang tidak beragama Islam tidak wajib zakat Fitrah.
        b.   Mempunyai kelebihan harta atau benda untuk kebutuhan dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungan nafkahnya pada malam dan siang hari raya.
                        c.   Ada pada waktu tenggelamnya Matahari pada akhir bulan Ramandhan.
                          1). Anak yang lahir pada waktu tenggelamnya mata hari akhir bulan Ramandhan atau sebelumnya wajib dikeluarkan zakat Fitrahnya, apabila orang tuanya mampu. Tetapi apabila anak itu lahir setelah tenggelamnya Matahari akhir bulan Ramandhan, maka tidak wajib dikeluarkan zakat Fitrahnya meskipun orang tuanya mampu.
                              2). Orang yang meninggal dunia pada waktu atau sesudah tenggelamnya Matahari akhir bulan Ramandhan wajib dikeluarkan zakat Fitrahnya. Tetapi apabila ia meninggal dunia sebelum  tenggelamnya Matahari akhir bulan Ramandhan maka tidak wajib  zakat Fitrah meskipun ia termasuk orang yang mampu.

    4.     Syarat Sah Zakat Fitrah
       Syarat zakat Fitrah adalah sesuatu yang menjadi syarat sah tidaknya zakat Fitrah. Syarat sah zakat Fitrah ada 4, yaitu:
                         a.   Dikeluarkan pada waktunya. Yaitu mulai tanggal 1 bulan Ramandhan sampai sebelum shalat hari raya Idul Fitri.
           b.   Dalam bentuk bahan makanan pokok atau harganya.
            Zakat Fitrah diutamakan dalam bentuk makanan pokok masing-masing daerah (beras), tetapi apabila diberikan dalam bentuk uang atau harganya menurut madhab Hanafi tidak ada halangan, karena pada dasarnya zakat Fitrah itu adalah hak orang miskin untuk menutup kebutuhan hidupnya.
                           c.   Minimal satu sha’ .
               Jumlah zakat Fitrah untuk masing-masing orang minimal 1 sha’ (nama takaran) atau   3.1 liter atau    2.5 kg, kurang dari itu tidak sah, lebih dari itu lebih baik.
                  Sabda Rasulullah Saw.:
عن ابى سعيد قال كنا نخرج زكاة الفطر صاعا من طعام او صاعا من شعير او صاعا من من اقط او صاعا من زبيب ( رواه البخاري ومسلم )
Artinya: Dari Abi sa’id berkata, “Kami mengeluarkan zakat Fitrah  satu sha’ dari makanan, gandum, kurma, susu kering, atau anggur kering” (H.R.Bukhari dan Muslim)
                           d.   Diberikan kepada orang yang berhak menerimanya
               Zakat Fitrah harus diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya (Mustahik zakat) sebagaimana yang diterangkan dalam Q.S. At-Taubah ayat 60 atau kepada amil (panitia) zakat untuk disalurkan kepada mustahik.

      5.   Rukun Zakat Fitrah
                     Rukun zakat Fitrah ada 4, yaitu:
                     a.   Niat zakat Fitrah
                           Setiap amal harus disertai niat. Niat zakat Fitrah apabila diucapkan berbunyi:
نويت ان اخرج زكات الفطر لنفسي فرض لله تعا لى                               
                  Artinya: Saya berniat mengeluarkan zakat Fitrah untuk diri saya wajib karena Allah                            ta’ala.
            b.   Ada orang yang mengeluarkan zakat Fitrah  (Muzakki)
            c.   Ada orang yang berhak dan menerima zakat Fitrah (Mustahiq)
            d.   Ada harta atau benda yang dikeluarkan untuk zakat Fitrah

     6.    Waktu Zakat Fitrah
         Pada prinsipnya kewajiban zakat Fitrah itu terjadi pada waktu tenggelamnya Matahari akhir bulan Ramandhan. Sebelum waktu itu seseorang belum wajib mengeluarkan zakat Fitrah. Tetapi meskipun demikian tidak ada halangan apabila dibayar sebelumnya (takjil) asal berada dalam bulan Ramandhan. Adapun waktu dan hukum mengeluarkan zakat Fitrah adalah sebagai berikut:
                     a.   Waktu yang diperbolehkan (Jais atau mubah)
               Zakat Fitrah boleh atau jaiz  dikeluarkan mulai terbit fajar tanggal 1 bulan Ramandhan  sampai sebelum Magrib akhir bulan Ramandhan
            b.   Waktu wajib
                  Yaitu, pada saat tenggelamnya mata hari akhir bulan Ramandhan
            c.   Waktu yang lebih baik (sunah)
Yaitu, sesudah shalat subuh  tanggal 1 Syawal sampai sebelum shalat hari raya Idul Fitri
            d.   Waktu makruh
Yaitu, sesudah shalat hari raya Idul Fitri sampai sebelum tenggelam mata hari tanggal 1 Syawal
            e.   Waktu Haram
Yaitu, pada saat atau sesudah  tenggelamnya mata hari tanggal 1 Syawal dan seterusnya.

    7.     Manfaat Zakat Fitrah
         Zakat Fitrah mempunyai dua manfaat, yaitu : manfaat kepada orang yang berzakat (Muzakki) dan manfaat kepada orang yang menerima zakat (Mustahiq):
                     a.   Manfaat bagi orang yang berzakat (Muzakki), yaitu:
               1). Sebagai bukti ketaan kepada Allah Swt. dan mendapat pahala dariNya. Hal ini karena zakat Fitrah termasuk salah satu rukun Islam yang wajib untuk dilaksanakan
                  2). Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. atas rizqi yang ia terima.
                  3). Sebagai pembersih bagi orang yang berpuasa dari perbuatan kotor dan sia-sia.
                  4). Menyempurnakan pahala orang yang berpuasa.                                            
                  5). Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap fakir miskin.
            b.   Manfaat bagi orang yang menerima zakat (Mustahik)
                        1). Memberikan rasa kegembiraan kepada fakir miskin pada hari raya Idul Fitri.
                        2). Membantu ketersediaan makanan pokok selama hari raya Idul Fitri.
                        3). Memberikan rasa tenang kepada para muallaf.
                        4). Mengurangi tingkat kegelisahan dan kejahatan masyarakat.

B. ZAKAT MAL
     1.    Arti Zakat Mal
      Menurut bahasa  zakat artinya mensucikan atau membersihkan, mal artinya harta benda. Zakat mal  adalah zakat untuk mensucikan atau membersihkan  harta benda. Sedangkan menurut istilah Zakat mal  adalah kadar atau jumlah harta tertentu yang diberikan  kepada orang yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu. Zakat termasuk didalamnya zakat Fitrah dan zakat mal merupakan rukun Islam yang ketiga.
            Sabda Rasulullah Saw.
بني الاسلام على خمس : شهادة ان لا اله الا الله وان محمدا رسول الله واقام الصلوة وايتائ الزكوة وصوم رمضان وحج البيت ( رواه البخارى ومسليم )
Artinya: Islam itu ditegakkan atas lima dasar, bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan bahwasanya Nabi Muhammad itu utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, puasa bulan Ramandhan, dan ibadah haji ke Baitullah. (H.R.Bukhari dan Muslim)

     2.    Hukum dan Dalil Naqli Zakat Mal
Bagi orang yang yang telah memenuhi syarat, zakat mal hukumnya wajib atau fardu ain.
            Firman Allah swt:
واقيموا الصلوة واتوا الزكاة 
            Artinya: "Dirikanlah shalat  dan tunaikanlah zakat." (Q.S.An Nisa :77)

      3.   Syarat Wajib Zakat Mal
         Syarat wajib zakat mal adalah sesuatu yang apabila sudah ada pada seseorang maka orang tersebut wajib mengeluarkan zakat mal. Syarat wajib zakat mal ada 5, yaitu:
                     a.   Beragama Islam
            Orang yang tidak beragama Islam tidak wajib zakat mal. Karena seandainya ia mengeluarkan zakat mal juga tidak sah dan tidak mendapat pahala.
            b.   Merdeka (bukan budak atau hamba sahaya).
            c.   Milik sempurna.
Artinya, harta yang ada semuanya adalah miliknya sendiri, bukan milik orang lain baik semuannya maupun sebagian.
            d.   Telah sampai nisab.
                  Nisab adalah  batas minimal harta benda yang wajib dikeluarkan zakatnya.
            e.   Haul (telah satu tahun dimiliki)
                  Hal ini berlaku untuk zakat emas, perak, perniagaan, dan  peternakan.
                  Sabda Rasulullah Saw.
عن ابن عمر قال رسول صلى الله عليه وسلم: لا زكاة فى مال امرء حتى يحول عليه الحول ( رواه الدرالقطنى )     
Artinya: Dari Ibnu Umar, Bersabda Rasulullah Saw. “Tidak ada zakat pada harta seseorang sebelum sampai satu tahun dimiliki” (H.R.Daruqutni)

      4.   Syarat Sah Zakat Mal
Syarat zakat mal adalah sesuatu yang menjadi syarat sah tidaknya zakat mal, meliputi 3, yaitu:
            a.   Dalam bentuk sebagaimana yang telah ditentukan.
            b.   Dalam jumlah, minimal sesuai dengan ketentuan
            c.   Diberikan kepada orang yang berhak menerimanya
Zakat mal harus diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya (Mustahik zakat) sebagaimana yang diterangkan dalam Q.S.At-Taubah ayat 60 atau kepada amil (panitia) zakat.

      5.   Rukun Zakat Mal
            Rukun zakat Fitrah ada 4, yaitu:
            a.   Niat Zakat Mal
            b.   Ada orang yang mengeluarkan zakat mal  (Muzakki)
            c.   Ada orang yang berhak dan menerima zakat mal (Mustahiq)
            d.   Ada harta atau benda yang dikeluarkan untuk zakat mal

     6.   Jenis harta benda yang wajib dizakati
            Harta benda yang wajib dizakati, antara lain:
            a.   Emas
            b.   Perak
Emas dan perak yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah emas dan perak yang merupakan simpanan, sedangkan emas dan perak yang dijadikan perhiasan tidak wajib dikeluarkan zakat
                  Firman Allah Swt:
والذين يكنزون الذهب والفضة ولا ينفقونها في سبيل الله فبشرهم بعذاب اليم
Artinya: ".....dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih " (Q.S.At-Taubah:34)
            c.   Perniagaan atau perdagangan
Barang perniagaan yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah semua barang halal yang diperdagangkan atau diperjualbelikan.
                  Sabda Rasulullah Saw.:
عن سمرة كان رسول صلى الله عليه وسلم يأ مرنا ان نخرج الصدقة من الذي نعيده للبيع  ( رواه الدر قبطني وابو داوود )
Artinya: Dari Samurah, “Rasulullah Saw. Memerintahkan kepada kami agar kami mengeluarkan zakat barang yang disediakan untuk dijual” (H.R.Daruqutni dan Abu Dawud)
            d.   Peternakan
Semua jenis peternakan yang halal seperti, unta, sapi, kerbau, kambing, domba, dan lain-lain apabila telah memenuhi syarat wajib dikeluarkan zakatnya
            e.   Pertanian  dan perkebunan
Semua hasil pertanian dan perkebunan apabila telah memenuhi syarat, wajib dikeluarkan zakatnya.                             
            f.    Barang temuan (Rikaz) dan hadiah
Semua barang temuan, hadiah undian, harta karun, dan lain-lain yang berharga, wajib dikeluarkn zakatnya
            g.   Perikanan
Perikanan, baik perikanan laut, tambak, maupun yang lain, apabila telah memenuhi syarat  wajib dikeluarkan zakatnya
            h.   Uang
Uang baik berupa tabungan, deposito, dan lain-lain apabila telah memenuhi syarat wajib dikeluarkan zakatnya
            i.    Profesi atau pekerjaan
Profesi atau pekerjaan yang halal, seperti: dokter, insinyur, guru, PNS, dan lain-lain apabila telah memenuhi syarat wajib dikeluarkan zakatnya

      6.   Nisab dan Besarnya Zakat masing-masing Obyek Zakat.
Nisab adalah kadar harta yang harus dikeluarkan zakatnya . Harta benda apabila sudah sampai pada nisabnya maka wajib dikeluarkan zakatnya . Sedangkan haul adalah jangka waktu suatu harta wajib dikeluarkan zakatnya.
Berikut ini tabel nisab,haul dan kadar zakat .
     
No.
Obyek Zakat
Nisabnya
Besarnya Zakat
Waktu Mengeluarkan
1
Emas
20 dinar / 93,6 gr
2.5 %
1 tahun
2
Perak
200 dirham / 624 gr
2.5 %
1 tahun
3
Perniagaan / perdagangan
Seharga emas 93,6 gr
2.5 %
1 tahun
4
Peternakan:
a. Unta

5-9

1 kambing 2 th

1 tahun

10-14
2 kambing 2 th
15-19
3 kambing 2 th
20-24
4 kambing 2 th
25-35
1 unta 1th
36-45
1 unta 2 th
46-60
1 unta 3 th
61-75
1 unta 4 th
76-90
2 unta 2 th
91-120
2 unta 3 th
121
3 unta 2 th
b. Sapi atau Kerbau
30-39
1 sapi/kerbau 1 th
1 tahun
40-59
1 sapi/kerbau 2 th
60-69
2 sapi/kerbau 1 th
70-79
2 sapi/kerbau 2 th
80-89
3 sapi/kerbau 1 th
Setiap tambah 30 ekor
Tambah 1 ekor
c. Kambing / domba
40-120
1 ekor 2 th
1 tahun
121-200
2 ekor 2 th
201-399
3 ekor 2 th
400-……
4 ekor 2 th
Setiap tambah 100
Tambah 1 ekor
d. lainnya
Seharga emas 93.6 gr
2.5 %
1 tahun
5
Pertanian / perkebunan
5 wasaq / 750 kg / 930 liter
10 % bila tadah hujan, 5 % bila irigasi dengan biaya
Pada waktu panen
6
Barang temuan (Rikaz) dan hadiah
Tidak ada nisab
20 %
Pada waktu diperoleh
7
Perikanan
Seharga emas 93.6 gr
2.5 %
1 tahun
8
Uang
Seharga emas 93.6 gr
2.5 %
1 tahun
9
Profesi
Seharga emas 93.6 gr
2.5 %
1 tahun
10
Lain-lain
Seharga emas 93.6 gr
2.5 %
1 tahun
     
7.    Manfaat Zakat Mal
Zakat Mal mempunyai dua manfaat, yaitu: manfaat kepada orang yang berzakat (Muzakki) dan manfaat kepada orang yang menerima zakat (Mustahiq):
            a.   Manfaat bagi orang yang berzakat (Muzakki), yaitu:
               1). Sebagai penebus kewajiban dan mendapat pahala dari Allah Swt. Hal ini karena zakat mal termasuk salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan
               2). Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. atas rizqi yang ia terima
               3). Sebagai pembersih harta benda yang diterima
               4). Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap fakir miskin.
            b.   Manfaat bagi orang yang menerima zakat (Mustahik)
                  1). Membantu meringankan beban fakir miskin
                  2). Membantu pengentasan kemiskinan
                  3). Memberikan rasa tenang kepada para muallaf
                  4). Mengurangi tingkat kriminalitas dan kejahatan masyarakat
                  5). Meningkatkan kesejateraan para mustahiq

C.        MUSTAHIQ

      1.   Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat
Orang yang berhak menerima zakat (Mustahiq zakat) sesuai dengan Q.S.At-Taubah ayat 60, ada delapan asnaf atau golongan.
            Firman Allah Swt.:
انما الصدقةللفقراء والمسكين والعاملين عليها والمؤلفة قلوبهم وفى الرقاب والغارمين وفي سبيل الله وابن السبيل فريضة من الله والله عليم حكيم  
Artinya: Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil, muallaf, riqab, gharim, sabilillah, dan ibnu sabil. Sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (Q.S.At-Taubah:60)
Dari ayat di atas, delapan asnaf orang yang berhak menerima zakat dapat dijelaskan sebagai berikut:
            a.   Fakir
Yaitu, orang  yang tidak mempunyai penghasilan tetap dan tidak mempunyai harta benda serta tidak dapat mencukupi kebutuhannya sehari-hari
            b.   Miskin
Yaitu orang yang mempunyai penghasilan tetap dan mempunyai harta benda tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari
            c.   Amil
Yaitu, orang yang bertugas mengurus zakat, baik dalam hal perencanaan (konsep), pengumpulan, pembagian, pengadministrasian, dan lain-lain
            d.   Muallaf
Yaitu, orang yang baru masuk Islam, orang yang imannya masih lemah, orang yang berada di tengah-tengah lingkungan non muslim yang masih perlu dibentingi keimanannya, atau orang yang karena keimanannya dikucilkan keluarga atau masyarakat.
            e.   Riqab
Yaitu untuk memerdekakan budak yang telah dijanjikan oleh tuannya untuk dimerdekakan apabila ia mampu membayar tebusan. Termasuk dalam hal ini adalah tawanan perang dan orang-orang yang disandra yang akan dibebaskan apabila diberi  tebusan
            f.    Gharim
Yaitu, orang yang tidak sanggup membayar hutang dan hutangnya itu tidak dipergunakan untuk hal-hal yang maksiat (bertentangan dengan ajaran agama Islam)
            g.   Sabilillah
Yaitu orang yang berjuang untuk kepentingan agama Islam. Baik untuk kepentingan berperang membela agama Islam maupun untuk berdakwah menyiarkan agama Islam, sedang ia tidak mendapat bayaran atau gaji yang sebanding dengan tugas atau pekerjaannya
            h.   Ibnu Sabil
Yaitu, orang yang terlantar dan kehabisan bekal dalam perjalanan, sedangkan perjalanan yang dilakukan tidak untuk maksiat

      2.   Orang-orang yang tidak Berhak Menerima Zakat
            Orang yang tidak berhak menerima zakat ada 5 golongan, yaitu:
            a.   Orang kaya
Yaitu orang yang mempunyai penghasilan tetap atau harta benda yang dapat mencukupi kebutuhan untuk dirinya dan orang yang menjadi tanggungannya
            b.   Hamba sahaya
                  Apabila harta benda yang dimiliki akan diambil dan dimiliki oleh tuannya
            c.   Keturunan Rasulullah Saw
                  Sabda Rasul Rasulullah Saw.:
عن ابى هريرة يقول اخد الحسن بن على تمرة من تمر الصدقة فجعلها فى فيه فقال رسول صلى الله عليه وسلم : كخ كخ ارم بها اما علمت انا لا نأكل الصدقة ( رواه مسليم )
Artinya: Dari Abi Hurairah Berkata, “Pada suatu hari Hasan Bin Ali (cucu Rasulullah Saw) telah mengambil sebuah kurma zakat, lantas dimasukkan ke mulutnya. Rasulullah Saw. Bersabda (kepada cucunya) jijik, jijik, buanglah kurma itu ! tidak tahukah kamu bahwa kita (keturunan Muhammad) tidak boleh mengambil sedekah (zakat) ?” (H.R.Muslim)
            d.   Orang yang dalam tanggungan Muzakki
Yaitu orang yang berzakat tidak boleh diberikan zakatnya kepada orang yang menjadi tanggungannya atas nama fakir miskin.
             e. Orang yang tidak beragama Islam
Orang yang tidak beragama Islam tidak diwajibkan zakat dan juga tidak berhak menerima zakat

Referensi:
Ahnan, Miftuh, 1986, Mutiara Hadits Shahih Bukhary, Gresik, CV. Bintang Pelajar.
Rasyid, H. Sulaiman, 1976, Fiqh Islam, Jakarta, Penerbit Atthahiriyah, cet. XVII.
Rifa’i, Moh, Muh Zuhri dan Salomo, Terjamah Khulashah Kifayatul Akhyar, Semarang, CV. Toha Putra.
Soenarjo, R.H.A., 1971,  Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta, Yayasan Penyelenggara penerjemah dan Penafsir Al-Qur’an
Yunus, H. Mahmud, 1973, Kamus Arab-Indonesia, Jakarta, Yayasan Penyelenggara Penafsir Al-Qur’an.
Buku-buku pelajaran PAI untuk Siswa SMP kelas VIII terbitan MGMP PAI SMP, Depag, Yudistira, Aneka Ilmu dan lain-lain,